1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Janganlah Menjadi Orang yang Merugi

Bandar Lampung | pta-bandarlampung.go.id

Rabu, 3 Mei 2017, segenap warga Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung mengikuti kultum ba’da shalat ashar di Masjid Al-Mahkamah.  Kultum pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Drs. H. Nasihin Mughni, M.H., Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung, tentang janganlah menjadi orang yang merugi.

Pada hari kiamat kelak semua umat manusia akan dihisab/ diperhitungkan amalnya. Amal baik dan buruk akan ditimbang pada hari itu (hari kiamat). Barang siapa yang amal kebaikannya lebih berat timbangannya daripada amal buruknya maka mereka termasuk orang-orang yang beruntung. Dan sudah barang tentu akan memperoleh balasan dari Allah SWT untuk surga.

Sebaiknya barang siapa yang ringan timbangan amal baiknya dibandingkan amal buruknya maka mereka termasuk orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dikarenakan mereka mengingkari ayat-ayat Allah (Surat Al-‘araf ayat 8-9). Agar timbangan amal kebaikan lebih berat dibandingkan amal keburukannya, maka setiap muslim selama dalam perjalanan hidupnya di dunia harus mengisinya dengan amal-amal shaleh dalam berbagai aspek kehidupan. Semua amal shaleh yang telah dijalani selama hidupnya harus dijaga dan jangan sampai terkontaminasi oleh perbuatan-perbuatan buruk.


Kalau ini terjadi maka semua amal kebajikan yang dijalani selama hidupnya akan menjadi sia-sia bahkan bisa menjadi amal buruk, sehingga pada saat menghadap Allah SWT di hari kiamat dea tidak memiliki bekal amal kebaikan karena sudah bangkrut (amal baiknya kosong).


Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW :
Orang yang bangkrut di akhirat adalah orang yang ketika menghadap Allah SWT dengan membawa amal shalat puasa dan zakat, namun di sisi lain ketika masih hidup di dunia pernah mencaci maki orang, mencemarkan nama baik orang, memakan harta orang, menumpahkan darah orang tanpa hak, maka kepada orang yang dizholimi diberikan pahala amal baiknya dan kepada orang lain yang dizholimi juga diberikan pahala amal kebaikanya.


Apabila amal baiknya telah habis, sebelum hutangnya lunas, maka diambillah kesalahan orang-orang yang dizholimi lalu dihempaskan kepadanya, sesudah itu dia dilemparkan ke dalam neraka (hadist shoheh Muslim).


Oleh karena itu mari kita semua menjaga amal kebaikan kita yang sudah kita jalani maupun yang akan kita jalani agar tidak menjadi rusak oleh perbuatan-perbuatan buruk yang dapat mengurangi nilai pahala amal kebaikan yang akan kita jadikan bekal ketika menghadap Allah. (RY)
 

Buat komentar

Kode keamanan
Refresh

-