1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Saya Indonesia, Saya Pancasila.

Bandar Lampung | pta-bandarlampung.go.id
Saya Indonesia, Saya Pancasila, itulah tema Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017. Kamis (1/6/2017), tepat pukul 07.45, Seluruh Warga Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung turut memperingati hari lahirnya pancasila dengan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Lapangan Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung.

 

Dalam Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016, Tentang Hari Lahir Pancasila, tanggal 1 Juni 2016, Presiden Republik Indonesia menetapkan pertama, tanggal 1 Juni 1945 sebagai hari lahir pancasila, kedua tanggal 1 juni merupakan hari libur nasional dan ketiga Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.

 

Upacara berlangsung khidmat, tertib dan sederhana. Inspektur Upacara, Drs. H. Endang Ali Ma’sum, S.H., M.H. menyampaikan Sambutan Presiden RI “Harus diingat bahwa kodrat bangsa lndonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. DariMiangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk lndonesia. ltulah ke-bhinneka tunggal ika-an kita.”


“Kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong.” sambungnya.

Dengan kuatnya Pancasila dan UUD 1945, diharapkan dapat menekan masalah radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Seluruh unsur masyarakat harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila, waspada terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang Anti-Pancasila, Anti-UUD 1945, Anti-NKRl, Anti-Bhinneka Tunggal Ika.


Pada akhirnya, menjaga perdamaian, menjaga persatuan, dan menjaga persaudaraan di antara rakyat Indonesia menjadi harapan bagi Pemerintah dan Rakyat Indonesia. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk Kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan lndonesia. (RY)



 

Buat komentar

Kode keamanan
Refresh

-