1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Urgensi Zakat Fitrah Di Bulan Ramadhan

Lampung|pta-bandarlampung.go.id

Kali ini, Tausiyah disampaikan oleh Drs. H. Imamuddin, SH, yang merupakan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung, yang dilaksanakan di Masjid Al Mahkamah Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung seusai shalat zuhur berjamaah pada Selasa (6/6/2017).

Zakat adalah satu rukun Islam yang menunjukkan sempurnanya Islam seorang hamba bila memenuhi segala rukun Islam. Oleh ulama zakat dibagi menjadi dua, zakat mal (harta) dan zakat Fitrah. Namun dalam tausiyah beliau akan dikupas mengenai urgensi zakat fitrah.

Secara bahasa, zakat fitrah berarti zakat kesucian. Menurut istilah, zakat fitrah adalah zakat yang wajib karena telah berbuka dari puasa Ramadhan. Zakat fitrah hukumnya wajib bagi semua umat Islam tanpa terkecuali, besar, kecil, pria, wanita, dewasa, anak-anak, budak maupun merdeka. Kewajiban zakat fitrah disamping bagi dirinya sendiri, juga untuk semua tanggungannya dalam keluarga, seperti istri, anak-anak dan pembantunya.

Lazim kita ketahui zakat fitrah merupakan ibadah penutup dari seluruh rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan. Namun, zakat fitrah hendaknya tidak dipahami hanya sekadar sebagai rutinitas ibadah yang mengiringi puasa di bulan suci Ramadhan. Akan tetapi, lebih dari itu zakat fitrah merupakan kewajiban yang diperuntukkan bagi terwujudnya kesempurnaan ibadah puasa Ramadhan yang kita lakukan. Tidak sempurna ibadah puasa Ramadhan kita apabila tidak diiringi dengan mengeluarkan zakat fitrah.

Zakat fitrah merupakan sarana pembersih jiwa dan harta benda kita sebagaimana firman Allah SWT, " Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat” (QS. Al-Baqarah : 3), juga terdapat dalam ayat lain “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat kamu membersihkan dan menyucikan mereka. Sesungguhnya doa kamu menjadi ketenteraman jiwa mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. At-Taubah : 103).

Ayat di atas hendak menegaskan kepada kita kaum Muslim bahwa orang-orang yang diberi kecukupan materi memiliki sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi. Zakat fitrah sebagai pengejawantahan bahwa kita peduli dengan masyarakat yang tidak mampu, karena Islam mengajarkan untuk berbagi sehingga kebahagiaan ketika datangnya hari kemenangan dapat dirasakan oleh mereka yang tidak mampu.

Yang dipergunakan berzakat fitrah adalah bahan makanan pokok yang mempunyai sifat mengenyangkan. Besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan dalam setiap jiwa adalah satu sa’ atau 3,5 liter = 2,5 kg (beras) atau uang yang seharga bahan makanan pokok tersebut untuk satu jiwa.

Dengan demikian betapa pentingnya bagi kaum muslimin untuk mengeluarkan zakat dibulan Ramadhan, Mudah-mudahan kita dapat menjalani Ibadah puasa sampai hari kemenangan nanti, aamiin. Tutup Imamuddin dalam tausiyahnya yang dihadiri Ketua, Wakil Ketua, Hakim Tinggi, Panitera dan Sekretaris, Pejabat Struktural dan Fungsional serta seluruh Pegawai PTA Bandar Lampung. (SA)

Buat komentar

Kode keamanan
Refresh

-