1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Empat Cara Setan Menggoda Manusia, Waspadalah!!

Lampung|pta-bandarlampung.go.id

Setan merupakan musuh nyata manusia yang akan selalu menyesatkan. Mereka akan mencari sebanyak-banyaknya teman untuk bersama masuk ke dalam lembah neraka. Kebencian mendalam terhadap manusia membuatnya melakukan segala cara agar manusia berpaling dari Allah SWT.

Allah SWT dalam Alquran Surat Al-A’raf: 16-17 menjelaskan bahwa setan akan mendatangi manusia dari empat arah yakni depan, belakang, kanan dan kiri.  Makna empat arah ini tentu tidak sedangkal yang dibayangkan.

Setan akan masuk dalam diri manusia dari arah depan. Hal ini dimaknai bahwa setan akan menggunakan kehidupan dunia untuk membuat manusia melupakan urusan akhirat. Tentu pandangan kita akan mengarah pada kehidupan duniawi seperti harta, tahta atau wanita. Inilah yang kehidupan yang jelas terlihat di depan mata manusia saat masih hidup di dunia.

Ketika gagal,  godaan dari “arah belakang” pun disodorkan Setan, yaitu jebakan melakukan dosa-dosa kecil, lebih mudah untuk diikuti dari tawaran sebelumnya. Iblis merayu manusia bahwa berbuat dosa itu manusiawi dan lagi pula, kata dia, Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Karena itu, masih ada kompensasi bertobat. Untuk orang-orang yang rawan godaan Iblis ini.

Nabi SAW mewanti-wanti: “Jangan meremehkan dosa kecil, karena dosa-dosa kecil akan menjadi besar bila orang menghimpunnya.” Dalam suatu riwayat, Ali bin Abi Thalib berkata, “Dosa paling besar adalah dosa yang dianggap kecil oleh pelakunya.”

Jika gagal merayu manusia dari arah depan dan arah belakang, Setan mendisain godaan ketiga, jebakan dari “arah kanan”. Arah kanan adalah tawaran untuk melakukan hal-hal yang mubah namun dapat melalaikan yang wajib. Olahraga pagi itu mubah namun jika dapat melalaikan kita dari masuk kantor tepat waktu, kita terjebak pada godaan ketiga ini.  Termasuk setan menghalangi kita untuk memberi bantuan kepada orang lain.

Jebakan yang terakhir datang dari arah kiri. Ini tawaran yang paling halus. Setan menggoda kita untuk berbuat maksiat, yang sangat mudah dilakukan oleh manusia yang lemah imannya.

Diriwayatkan, ketika Iblis mengatakan ucapannya tersebut, para malaikat menjadi kasihan kepada manusia, lalu mereka berkata: “Ya Allah, bagaimana mungkin manusia dapat terhindar dari jebakan Iblis dan setan.

Allah menjawab masih tersisa dua arah: atas dan bawah, “Jika manusia mengangkat kedua tangannnya dalam doa dengan penuh rendah hati atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan penuh kekhusyukan, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka.” (HR.Thabrani).

Waspadalah, semoga kita selalu berhati-hati dalam kehidupan ini dengan selalu bersujud kepada-Nya, sehingga  kita bisa terhindar dari godaan setan yang terkutuk. Demikian disampaikan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung Drs. H.Nasihin Mughni,MH, dalam Tausiyahnya di Masjid Al Mahkamah Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung ba’da Shalat Ashar pada Rabu 9 Agustus 2017, yang diikuti oleh Wakil Ketua, Hakim Tinggi, Pejabat Struktural dan Fungsional serta seluruh pegawai  Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung. (SA)

Buat komentar

Kode keamanan
Refresh

-