You have downloaded this file 0 times in the last 24 hours, limit is 50.
Your file downloads total 0 in the last 24 hours, limit is 50.

KHUTBAH IDUL FITRI 1444 H. (2023 M)
Download

Thank you for downloading KHUTBAH IDUL FITRI 1444 H. (2023 M)

If your download does not start automatically after a few seconds, please click on the Download link above

Description:

KHUTBAH IDUL FITRI 1444 H./2023 M.
Puasa Melahirkan Karakter Pribadi yang Jujur

Oleh   Dr. Drs. H. Dalih Effendy, SH. MESy.[1]

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ. اللهُ اَكْبَرْ. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jama'ah sholat Idul Fitri rahimakumullah

Kumandang alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sejak tadi malam hingga pagi ini terus membahana seantero dunia, dan di berbagai penjuru tanah air, termasuk di masjid kita ini, (bahkan bagi sebagian saudara saudara kita ada yang sudah bertakbiran dan berlebaran sejak kemaren itu tidak masalah karena penetapan 1 syawal adalah lapangan soal ijtihadiyah yang dalam Islam hukumnya boleh berbeda pendapat). Gema takbir dengan eforia penuh kebahagiaan itu sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Firman Allah SWT:

وَلِتُكْمِلُوااْلعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Rasulullah SAW bersabda:

زَيِّنُوْا اَعْيَادَكُمْ بِالتَّكْبِيْر

Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”

Alhamdulillah, hari ini kita merayakan idul fitri meski tidak serempak, namun suasana kebatinan jauh lebih khusyu dibandingkan tahun tahun yang lalu, disaat kita masih mengahadapi wabah pandemic covid 19. Kita menyambut hari kemenangan ini dengan kebahagiaan. Bahagia karena kita telah ikut membahagiakan orang lain dengan zakat, infak dan shadaqah. Kemenangan karena kita telah mengalahkan hawa nafsu untuk meraih kejujuran dan  kesabaran dalam bingkai derajat Muttaqin setelah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan pada tahun ini.

اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ

Jamaah Idul Fitri rahimakumullah 

Seiring dengan berlalunya bulan suci Ramadhan. banyak pelajaran dan hikmah, faidah dan fadhilah yang dapat kita petik untuk menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan yang akan datang. Ramadhan adalah sebuah madrasah, tarbiyah dan pendidikan serta pelatihan (diklat) dengan harapan usai Ramadhan, apa yang telah kita ikuti pelatihannya dapat kita tingkatkan pelaksanaannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Lalu apa saja yang telah kita latih, apa saja pendidikan yang kita ikuti ?  Banyak hal yang kita dapati, salah satunya adalah Diklat  kejujuran.

            Dengan berpuasa kita dilatih untuk jadi orang jujur, Walaupun kita haus dan lapar dan air hampir sampai di tenggorokan pada saat kita berkumur waktu berwudhu di siang hari, ternyata kita keluarkan lagi tidak ada yang kita telan. Pada hal jangankan orang yang jauh, orang yang sebelah kanan kiri kita saat berwudhu itupun tidak ada yang tau jika ada air yang kita telan. Tetapi itu tidak kita lakukan, Kenapa ? karena kita jujur, memang benar tidak ada orang yang lihat, memang betul teman kanan kiri kita tidak ada yang tahu, tetapi Allah maha melihat dan maha mengetahui. Inilah Latihan jadi orang Jujur, kita selalu merasa diawasi oleh Allah sehingga tidak berani melakukan kesalahan karena takut akan azab Nya;

Orang jujur saat ini saat ini sudah menjadi makhluk langka. Di mana mana sungguh sangat sulit mencari orang jujur. Di pasar banyak penjual dan pembeli yang tidak jujur karena mengurangi timbangan, takaran dan literan. Di pusat berbelanjaan banyak dijual barang kadaluarsa, barang mengandung lemak babi, mengandung formalin, zat pemutih atau pewarna yang berbahaya untuk kesehatan dan sebagainya, akibatnya saat ini kita mudah sekali terkena berbagai  penyakit, itu karena ulah pedagang dan pengusaha yang tidak jujur. Minyak goreng beberapa bulan terakhir ini menghilang sekalinya keluar harganya membumbung tinggi itu karena ketidakjujuran pejabat kementrian perdagangan dan pengusaha kartel. Di berbagai kantor pemerintahan dan swasta sulit mencari pejabat dan pegawai yang jujur. Pada hal ketika dilantik telah bersumpah atas nama Allah untuk menjadi pejabat yang jujur namun setelah menjabat lupa akan janjinya, akibatnya korupsi merajalela, mulai dari uang seseran, uang pungli sampai kepada memakan uang rakyat, mulai dari korupsi kecil-kecilan sampai kepada korupsi kelas kakap, mulai dari korupsi sendiri-sendiri sampai kepada korupsi berjamaah. Buktinya apa ?, Coba lihat, yang masih actual dalam ingatan kita terdapat transaksi mencurigakan dalam laporan PPATK yang dilaporkan ke kementrian keuangan dan ke DPR RI, jumlahnya sepektakuler secara agreget 349 Triliun, dan diduga korupsi dan modusnya pencucian uang. Kondisi yang sulit diberantas ini terjadi pada direktorat pajak dan direktorat bea dan cukai pada kementrian Keuangan RI, uang pajak itu adalah uang rakyat dan kita yang rajin bayar pajak sangat tidak rela uang rakyat dinikmati oleh petugas pajak seperti itu . Di lain pihak, KPK kerap kali melakukan OTT terhadap pejabat, pengusaha dan pegawai yang korupsi. Tidak sedikit bupati, walikota, gubernur yang masuk penjara, ada juga beberapa orang mentri,  anggota DPR, para pengusaha bahkan aparat penegak hukum, yang masuk hotel prodeo, bahkan ada pula orang yang bergelar ulama bersanding ustadz juga masuk bui. Apabila kekayaan sumber daya alam kita tidak dikorupsi seperti hasil tambang berupa batubara, emas, nikel, besi, minyak, dan sebagainya, maka para ahli dan pengamat menyatakan 'Negara Indonesia yang kaya ini bisa memberi bantuan kepada seluruh rakyatnya yang lebih 200juta itu perorang setiap bulannya sebesar 20juta, geratis dari Negara'. Itu baru di bidang pertambangan belum bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan dan sebagainya. Gilanya Korupsi di Negara kita ini.    

Di rumah tangga juga sangat sulit mencari suami yang jujur atau isteri yang jujur, banyak para suami diam-diam menikah lagi, sehingga rumah tangganya berantakan karena isteri menggugat cera. Sebaliknya, banyak para suami menceraikan isterinya karena kedapatan berselingkuh dengan laki-laki lain akibat kecanduan media sosial. Bukan cuma itu, banyak hakim, jaksa, polisi dan pengacara yang tidak jujur. Padahal mereka adalah para penegak hukum yang wajib memiliki sifat yang jujur.  Kita saksikan beberapa hari yang lalu 2 orang hakim agung dan para pengacara (Advokat) tertangkap tangan (OTT) oleh KPK karena nerima suap. Ini hakim agung bagaimana yang bukan hakim agung. Beberapa orang perwira di Kepolisian tertangkap tangan karena jual beli narkoba. Ada juga Perwira Polisi yang ditangkap polisi juga karena rekayasa pembunuhan berencana, pada hal mereka tahu bahwa tindakan penyuapan, jual beli narkoba, merekayasa pembunuhan berencana adalah merupakan kejahatan dan itu bentuk ketidakjujuran. Bagaimana keadilan bisa ditegakkan jika penegak hukumnya saja tidak bisa berlaku jujur.

            Ibadah puasa yang telah kita jalani identik dengan pelatihan diri untuk bersikap jujur, puasa bukan  ibadah raga melainkan ibadah hati atau batin, hanya orang yang berpuasa dan Allah swt sajalah yang tahu bahwa dirinya sedang puasa sehingga Allah swt langsung menyandarkan kepada –Nya dan Dia sendiri yang akan membalasnya, sebagai mana dalam hadits Qudsi :

“Setiap amalan anak cucu Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wajalla berfirman : Kecuali puasa sungguh dia bagian Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya” (HR. Bukhari dan Muslim).

            Sifat jujur adalah tanda bukti keimanan seseorang karena orang mukmin pasti jujur, andaikan ia tidak jujur maka imannya pasti keluar. Dalam suatu riwayat Rasulullah saw. pernah bersabda : Bahwa orang yang berdusta atau tidak berlaku jujur maka imannya akan keluar dari qalbunya. (HR. Imam Malik dalam Al Muwattho).

Kemudian Rasulullah saw bersabda : “ Kamu sekalian wajib jujur karena kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan membawa kepada rahmat Allah dan dengan rahmat Allah dapat mengapai kepada Surga” (HR. Ahmad).

            Menjadi orang jujur adalah perintah Allah swt, sebagai mana firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 119.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Hai orang –orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur”(QS. At Taubah 119).

            Hanya ada satu kata bahwa sifat jujurlah yang menyelamatkan bahtera kebahagiaan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.  Kejujuran pulalah yang menyelamatkan seorang muslim dari azab api neraka di kemudian hari. Kejujuran juga merupakan tiang agama, sendi akhlak,dan pokok kemanusiaan manusia. Tanpa kejujuran agama tidak lengkap, akhlak tidak sempurna, dan seorang manusia tidak sempurna menjadi manusia. Di sinilah urgensinya kejujuran bagi kehidupan. Rasulullah saw. pernah bersabda :

“Tetap berpegang eratlah pada kejujuran, walau kamu seakan melihat kehancuran dalam berpegang teguh pada kejujuran, tapi yakinlah bahwa di dalam kejujuran itu terdapat keselamatan “ (HR. Abu Daud).

            Sungguh sangatlah berarti dan memberi bekas puasa kita, karena dapat membentuk mental kita menjadi orang-orang yang jujur dan pada gilirannya akan mudah menemukan orang-orang yang jujur di sekitar kita. Yang jadi pedagang, berusahalah dengan jujur. Yang jadi pengusaha berdaganglah dengan jujur, yang jadi pegawai bekerjalah dengan jujur, yang jadi guru didiklah anak-anak dengan jujur,  yang jadi pemimpin pimpinlah rakyat dengan jujur, yang jadi hakim putuskan perkara dengan jujur, yang jadi jaksa, jadi polisi, jadi pengacara tegakkan hukum dengan kejujuran. Begitu pula  yang jadi suami pergaulilah isteri dengan jujur, yang jadi isteri taatilah suami dengan penuh kesetiaan dan kejujuran. Penting juga yang jadi orang tua, didiklah anak-anak dengan penuh kejujuran. Besarkan anak-anak wahai para orang tua dengan jujur, berilah konsumsi makanan anak-anak yang halal dan baik. Sebab makanan yang halal akan melahirkan anak-anak yang jujur, makanan yang bergizi akan membentuk anak-anak yang pinter. Kader yang bener dan Pinter inilah yang dibutuhkan untuk membangun bangsa. Semoga puasa kita tahun ini dapat melahirkan karakter insan  yang jujur lagi pinter, karakter manusia yang bener lagi pinter, karakter seperti inilah yang dibutuhkan untuk membangun bangsa demi terwujudnya baldatun toyyibatun warabbun gafur. Amin  

للهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ     

Demikianlah pesan dan nilai kejujuran buah dari tarbiyah Ramadhan. Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama memikul tanggung jawab untuk merealisasikan kejujuran sebagai hikmah Ramadhan tahun  ini ke dalam bingkai kehidupan nyata. Marilah kita bersama-sama mengendalikan hawa nafsu kita, untuk tidak bersikap egois, yang hanya ingin mementingkan dan membahagiakan diri sendiri. Tetapi berusaha untuk meraih kebahagiaan yang hakiki, dengan berusaha dan berupaya membahagiakan orang lain, khususnya kaum kerabat terdekat kita yang tidak mampu, dengan kedermawanan, kejujuran dan kesabaran yang kita miliki sebagai buah dari tarbiyah Ramadhan pada tahun ini. Amin ya Robbal Alamin.

 

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ ربِّهِ ونَهَيَ النَّفْسَ عَنِ اْلَهوَى فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ اْلمَأْوَى. جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَاَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ لِى وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرْهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA IDUL FITRI 1444 H/2023

 

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَالللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ. اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثيْرًا. اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ.وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ

 

Allahu akbar 3x Laa Ilaha illallah Allahu Akbar Walillahilhamd

Ma’asyiral muslimin walmuslimat rahimakumullah

Akhirnya marilah kita berdoa, menundukkan kepala, memohon kepada Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim untuk kebaikan kita jamaah Masjid yang kita cintai ini, yakinlah doa dihari yang fitri ini diijabah oleh Allah swt.

Allahumma, ya Allah ya Rahmanu ya Rahim, Tuhan yang maha pengasih, kasih-Mu tak pernah pilih kasih. Tuhan yang maha penyayang, sayang-Mu tiada berbilang. Pagi ini hamba-Mu, berkumpul di Masjid yang penuh berkah ini,  merayakan hari raya, hari kemenangan, hari bahagia, dengan mendirikan shalat idul fitri dengan penuh khusyu, seraya  berdoa, berharap pinta, semoga Engkau berkahi majelis kami ini, semoga Engkau Ridhoi ibadah  kami ini. Engkau terima shalat kami, Engkau terima puasa kami dan Engkau Ijabah doa-doa kami. Engkau Maha mengabulkan setiap doa yang dimintakan.

Allahumma, ya Allah ya Afuwwu, ya Ghafur, Tuhan yang maha pengampun lagi maha pemaaf dan penerima taubat.  Besarnya maaf dan ampunanMu melebihi luasnya laut dan samudra. Mudahnya maaf dan ampunanMu melebihi mudahnya membalikkan telapak tangan. Kami sadar ya Rabb betapa banyak dosa dan kesalahan yang pernah kami perbuat, Dosa karena ucapan dan perbuatan kami, yang sengaja maupun tidak sengaja, Kami sadar ya Robb, bahwa kami tidak pantas masuk ke dalam surga-Mu, namun kami tidak kuat bila Engkau tempatkan hambu-Mu ini ke dalam neraka-Mu, Untuk itu ya Robb, ampuni segala dosa dan kesalahan kami, maafkan segala khilaf dan kekeliruan kami, hapuskan segala maksiat dan kealfaan kami. Ampuni juga ya Robb segala dosa dan kesalahan para orang tua kami, Sehatkan dan afiatkan ayah bunda kami yang masih hidup, mereka adalah ladang bagi kami mengalap berkah menggapai ridha-Mu. Ampuni dan maafkan ayah bunda kami yang telah tiada ya Rabb, sayangi mereka yang kini berada di alam kubur, belum sempat kami membalas jasa-jasa baik mereka,  Engkau telah mengambilnya, sayangilah ya Allah bapak ibu kami sebagai mana mereka menyayangi kami waktu kami kecil. Engkau Maha Pemaaf lagi maha Pengampun.

 Allahumma ya Allah ya Aziju ya Qadir ya Muqtadir, Tuhan yang maha kuasa lagi maha bijaksana.  Tuhan yang maha berkehendak lagi maha menentukan,  Jadikan Ramadhan tahun ini lebih memberi bekas bagi kami dalam pembentukan karakter kami sebagai hamba yang mudah bersikap jujur, mudah berlaku sabar, gampang berbuat baik dan dermawan, tidak kikir kepada kaum kerabat, tidak pelit kepada anak yatim, tidak medit kepada kaum dhu’afa. Luaskan rizki kami yang halal dan banyak agar hamba Mu ini bisa beramal untuk pembangunan masjid yang kami cintai nanti. Panjangkan umur kami dalam sehat dan ta’at ya Rabb, agar kami dapat bertemu Kembali dengan Ramadhan tahun berikunya. Bahagiakan rumah tangga kami penuh berkah, hadirkan anak cucu dan ketuturnan kami yang shaleh dan shalehah. Sehatkan dan sembuhkan jika di antara kami ada yang sedang sakit, Dan matikan kami pada waktunya dalam keadaan husnul khatimah. Engkau maha kuasa atas segala sesuatu.

Allahumma ya Allah ya sami’ad dua wa ya mujibas sa’ilin, Tuhan yang maha mengabulkan setiap doa yang dimintakan, kabulkanlah ya Allah doa kami, penuhi ya Rabb segala hajat kami, Mudahkanlah segala urusan kami, urusan anak-anak kami, urusan saudara saudara kami, urusan muslimin muslimat sebagai mana Engkau mudahkan segala urusan hamba-hambaMu yang shaleh. Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui.  

 

اَاللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنـَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّار

ِاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ                

 

[1] Khutbah Idul fitri 1444 H/2023 M oleh Dr. Drs. H. Dalih Effendy, SH. MESy, Hakim Tinggi PTA Bandar Lampung.

Submitted By:
RANI CAHYANI (rani)
Submitted On:
18 Apr 2023
File Size:
107.50 Kb
Downloads:
31
File Author:
RANI CAHYANI
Submitted On:
18 Apr 2023