• Cetak

DOKTOR ASURANSI SYARIAH DARI PTA BANDAR LAMPUNG

Dengan mengutip Bisnis Indonesia.com,  16 Nopember 2011 “Dana kelolaan yang dikelola oleh industri asuransi berbasis syariah diperkirakan dapat mencapai Rp6 triliun pada akhir tahun 2011 ini, tumbuh sekitar 20% dari total dana kelolaan industri asuransi syariah pada tahun lalu yang mencapai hampir Rp4,97 triliun”.

dan VIVAnews Selasa, 06 Desember 2011 – “Krisis ekonomi dunia, khususnya di Eropa, telah mengubah bisnis sejumlah industri keuangan global. Buktinya, perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA SA, berencana memberhentikan 1.600 dari 9.000 pegawainya di Jerman pada 2015”, Promovendus Ahmad Fathoni mengawali pemaparan disertasinya yang berjudul:

“Prinsip-Prinsip Perasuransian Syariah dan Penerapannya di Indonesia
The Principles of the Islamic insurance and applied in Indonesia
 التأمينِ الإسلاميِ مبادئه وتطبيقه في البلاد أندونيسيا”


di depan sidang terbuka Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. KH. Dedi Ismatullah Mahdi, S.H, M.H.

Kemudian, Tim promotor yang terdiri dari Prof. Dr. H. Juhaya S. Praja, Prof. Dr. H. Rachmat Syafei, MA, Prof. Dr. H. Jaih, S.E, MA, M.H. berkesimpulan bahwa disertasi Promovendus AHMAD FATHONI, memberikan kontribusi positif bagi ilmu syariah, terbukti AJB BUMIPUTERA secara teori konsepsional, institusional dan legalistik sudah Islami. Meski dalam prakteknya (tathbiq al-hukm) masih banyak kekurangan, tetapi keberanian itu merupakan kontribusi positif bagi kemungkinan berkembangnya ilmu syariah di Indonesia, khususnya dalam perasuransian. Oleh karena itu kepada seluruh stake holder AJB BUMIPUTERA perlu dilibatkan dalam pemahaman terhadap prinsip-prinsip syariah dalam perasuransian ini.

Dalam menjawab pertanyaan para penguji yang terdiri dari Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.S.I, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. M. Anton Athaillah, M.M. Sekretaris Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Juhaya S.Praja, Ketua Prodi Hukum Islam S-3 Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rachmat Syafei, MA, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Jaih, S.E,M.A, M.H, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Fathurahman Djamil, SH, M.H. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Nurwadjah Ahmad EQ, MA Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Promovendus terlihat sangat lancar dan menguasai materi pertanyaan dan jawaban.
Setelah bermusyawarah kemudian Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengumumkan bahwa Promovendus yang sebelumnya dalam ujian tertutup tanggal 03 Nopember 2011 dinyatakan lulus dan berhak mengikuti ujian terbuka, maka dalam ujian terbuka ini dinyatakan LULUS dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 3,53 “SANGAT MEMUASKAN”.
Hadir dalam sidang terbuka tersebut antara lain Drs. H. Farid Ismail, SH, MH Sekretaris Badan Peradilan Agama MARI, Drs. H. Sudirman Malaya, SH, MH Ketua PTA Bandar Lampung, Wakil Ketua, para Hakim Tinggi PTA Bandar Lampung, para Hakim Tinggi PTA Bandung, Para Ketua/Wakil Ketua, Panitera Sekretaris se PTA Bandar Lampung dan Banten serta Ibu-ibu Dharma Yukti Karini PTA Bandar Lampung

Riwayat Akademis dan Pekerjaan

Lahir di Jakarta dari etnis Betawi Tulen pada tanggal 03 Maret 1959, sekarang Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung, sejak kecil Promovendus dipanggil dengan nama panggilan OON (bukan dari stereotip dari bloon), tetapi berasal dari kata OON FATH-ONI, karena diharapkan anak kecil ini akan menjadi orang yang smart, pintar dan cerdas sebagaimana diambil dari salah satu sifat Nabi al-Fathonah. Meski ayahnya hanya seorang buruh las pada perakitan mobil Perusahan Negara Gaya Motor di wilayah Tanjung Priuk, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya bisa membaca huruf arab.
Dalam hal pendidikan, Promovendus mengikuti pendidikan dasar di SDN Pulogadung II Jakarta Timur dari tahun 1966 s/d 1971. Sewaktu Promovendus kelas V SD dia masuk di Madrasah Ibtidaiyah al-Washliyah Pulogadung Jakarta Timur sampai lulus kelas VI. Sekolah  lanjutan pertama dilanjutkan di SMPN XC (semula SMP 51 Filial Jakarta Timur), setelah lulus dari SMPN XC Jakarta (1974) ini dia diterima di SMAN XII Jakarta (SMA Pavorit waktu itu) tahun 1975.
Kesulitan ekonomi orang tuanya berimbas kepada aktifitas sekolahnya. Pernah berhenti dari SMAN XII selama dua minggu karena sekolah di MTs al-Washliyah. Ketua kelas A. Fani (kini salah seorang Kajari di Kalsel), menemuinya supaya Promovendus masuk sekolah lagi dan dibayarkan tiga bulan SPPnya, maka karena alasan itulah akhirnya Promovendus tetap bersekolah di SMAN XII sampai tamat tahun 1977 menjadi juara umum sekolah dari jurusan Sassos dengan nilai 8,1 sedangkan dari paspal 8,2.
Pendidikan di Perguruan al-Washliyah tetap dilakukan di malam hari  berguru langsung dengan sang pengasuh KH. Khalid Damat dan guru lain: al-Maghfurlah K.H. Amarullah Marhaban, KH. Abdurozak Khidir, KH. Ahmad Mursyidi, KH. Ahmad Mursyidi, KH. Hasbiallah KH. Abdullah Syafi’i KH. Zayadi Muhajir dan KH. Nur Ali Bekasi,
Setelah lulus timbul kesulitan mau dilanjutkan kemana, apakah ke UI, IKIP atau IAIN? Promovendus bertekad ke IAIN, tetapi karena dasar bahasa arabnya masih minim, ia hanya lulusan Madrasah Ibtidaiyah dan mengikuti pengajian di majelis ta’lim, karenanya selama satu bulan, ia mengikuti pelatihan di salah satu organisasi ekstra kampus dan memilih Fakultas Syariah yang berbasis bahasa arab dalam materi kuliahnya. Dengan izin Allah ia lulus tes padahal uang pendaftaran cuma Rp. 5.000,- yang kalau tidak lulus, ia tidak bakalan kuliah.
Kesulitan tetap terjadi selama mengikuti kuliah terutama dalam masalah finansial, karenanya ia menyambi jadi guru honorer di beberapa sekolah dan guru agama privat juga membantu teman-temannya mengetik makalah. Kemudian karena prestasinya sebagai mahasiswa tidak mampu, di tahun kelima mendapatkan beasiswa supersemar, yang hanya satu tahun karena tahun kelima dari program 7 (tujuh) tahun, Promovendus selesaikan kuliahnya tahun 1982 mengikuti Prof. Dr. H. Fathurahman Djamil, SH, M.A. yang lebih dahulu selesai hanya 4.5 tahun. Dalam kuliah ini juga ia pernah mengikuti pengajian tingkat tinggi yang diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia di Mesjid Istiqlal Jakarta dengan narasumber antara lain Prof. Dr. KH. Amir Syarifuddin.
Setelah lulus, Promovendus membantu H. Ahmad Bakir pimpinan Yasasan Al-Hikmah Rawamangun Jakarta Timur mendirikan sejumlah sekolah: SD, SMP, SMA dan Madrasah Aliyah dengan segala persyaratan dan perizinannya melengkapi MI dan MTs yang sudah ada. Dengan sebab itu, Promovendus dapat mengikuti tes Calon Pegawai/Calon Hakim dan dinyatakan lulus ditempatkan di Pengadilan Agama Ketapang Kalimantan Barat.
Promovendus pernah melamar menjadi dosen di IAIN Jakarta dan UI yang dites langsung oleh Prof Dr. H. Daud Ali (Dekan Fakultas Hukum UI) di gedung utama UI Salemba dan dinyatakan lulus sambil menanti formasi tahun 1984, dititipkan dulu menjadi pengurus mesjid kampus komplek UI Rawamangun.
Disebabkan ketidak jelasan pengangkatan menjadi dosen di UI dan kemudian tes di Kanwil Depag DKI untuk menjadi dosen IAIN dinyatakan tidak lulus, sedangkan menjadi Cakim di PA Ketapang tinggal menunggu SK, maka di akhir bulan Desember 1984, Promovendus berangkat seorang diri meninggalkan aktifitas sekolah di Jakarta menuju Ketapang yang konon masih sepi dengan motto dari Imam Syafi’i: “Safir Tajid ‘iwadhan ‘Amman Tufâriquh – pergilah, niscaya kamu akan dapatkan (lagi) orang-orang yang kau tinggalkan”.
Selama 8 (delapan) tahun di kota Ketapang, selain menjadi hakim, Promovendus juga menjadi dai dan guru, baik di madrasah Aliyah maupun di SMA Muhammadiyah dan membuka Madrasah Diniyah dan Ibtidaiyah serta Pondok Pesantren di bekas lokasi MTQ Kalbar komplek Mesjid Raya al-Ikhlas Ketapang, juga ceramah agama Islam di Komplek Kepasturan yang dihadiri oleh para pater, bruder dan suster Katholik. Di bidang sosial, selain menjadi juri MTQ kabupaten juga menjadi Ketua Tanfidziyah NU Cabang Ketapang Kalbar selama dua tahun sebelum pindah ke Kota Sukabumi.
Selama lima tahun bertugas di PA Sukabumi sejak tahun 1992 Promovendus mendapatkan tambahan pendidikan di STH Pasundan jurusan keperdataan yang ditempuh selama 13 smester. Mengabdi pada STAI Syamsul Ulum Gunung Puyuh (pernah menjadi Ketua jurusan al-Ahwal al-Syakhsyiyah) pimpinan Prof. Dr. KH. Dedi Ismatullah, SH, MH dalam mata kuliah Kompilasi Hukum Islam, Hukum Acara Perdata dan Tafsir Ahkam. Dan STAI Al-Masthuriyah Cisaat Sukabumi dalam mata kuliah Pengantar Hukum Asuransi dan Pengantar Hukum Perusahaan.
Kemudian Promovendus pindah di PA Cibinong mengikuti pendidikan S-2 di STIH IBLAM Jakarta tahun 2001, tidak lama sebagai Wakil Ketua PA Pandeglang dan setelah di PA Tangerang sebagai Wakil dan Ketua, kemudian menjadi Hakim Tinggi Palembang dan Bandar Lampung menjadi mahasiswa S-3 UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak 20 September 2006 (13 Smester).
Selama Promovendus bertugas menjadi hakim peradilan agama telah mendapatkan pelatihan hisab rukyat tingkat dasar, menengah, tingkat mahir oleh PTA dan Badilag dan tingkat MABIMS tahun 2002 di Bosscha Jawa Barat. Dan lulus tes mengikuti pendidikan selama dua bulan di Ma’had ‘Ãlȋ lil Qâdhȋ Kulliat al-Syarȋ’ah al-Jâmi’ah Muhammad ibn Su’ûd Riyâdh Desember 2008-Januari 2009 yang didahului melaksanakan ibadah haji hadiah dari raja Saudi.
Karya Ilmiah yang pernah ditulis adalah:
1.    Asas Deponeeren Dalam KUHAP dan Ahkamul Murofa’at Dipertahankan pada sidang skripsi pada hari Sabtu, 30 Desember 1982 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2.    Lembaga Pengakuan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Positif dan Hukum (Fiqh) Islam (Suatu Tinjauan Perbandingan). Dipertahankan pada sidang skripsi pada hari Jum’at, 22 Nopember 1996 di Sekolah Tinggi Hukum Pasundan Sukabumi Jawa Barat.
3.    Penerapan Sistem Syariah Pada Perbankan Nasional (Penelitian Pada Bank Syariah Mandiri Pusat). Dipertahankan pada sidang Thesis pada hari Kamis, 23 Agustus 2001 di Sekolah Tinggi Hukum IBLAM Jakarta.
4.    Administrasi Peradilan Agama, Buku Pegangan Mahasiswa Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang, Maret 2010.
5.    Transformasi Hukum Islam dalam Sistem Perbankan dan Asuransi Islam di Indonesia (Kajian Terhadap Penerapan Sistem Syariah pada Bank dan Asuransi Syariah), 10 Agustus 2006.
6.    Masalah-Masalah Undang-Undang Peradilan Agama, 16 September 2006.
7.    PERDA Nomor 7 dan 8 Kota Tangerang Menuju Kota Berakhlaqul Karimah (Tinjauan dari Taqnin al-Ahkam), 13 Desember 2006.
8.    Konsep Berbagi Risiko dan Hasil dalam Syariat Islam (Tinjauan Yuridis Normatif Terhadap Asuransi Takaful di Indonesia), 26 Januari 2008.
9.    Peran Peradilan Agama Dalam Perlindungan Anak, 29 Juli 2008.
10.   Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Pasca UU No, 21/2008 Tentang Perbankan Syariah, 20 Agustus 2008.
11.   Eksistensi Penerapan Hukum Waris Islam di Tangerang, 19 Januari 2009.
12.   Fatwa Dewan Syariah Nasional Menuju Taqnin al-Syariah, 12 April 2009.
13.   Sengketa Asuransi Syariah, 09 September 2009.
14.   Makalah Hukum Islam, 02 Mei 2009.
15.   Falsafat Kenabian, 19 Oktober 2011.

Dalam disertasinya Promovendus menyimpulkan:
1.    Bahwa prinsip-prinsip perasuransian Syariah memang berbeda dari perasuransian Konvensional. Adapun Prinsip-prinsip dimaksud, sebagai berikut:
a.    Asas Indemnitas (Indemnity) b. Asas Kepentingan yang dapat diasuransikan atau dipertanggungkan (insurable Interest); c. Asas Keterbukaan dan Kejujuran (utmost Good Faith); d. Asas Subrogasi untuk Kepentingan Penanggung; e. Asas  Distribusi; f. Asas Proksima.
Sedangkan prinsip-prinsip dan asas-asas Asuransi Syariah yang membedakannya dari Asuransi Konvensional, di antaranya:
b.    Niat (Visi dan Misi). b. Al-Ta’ǎwun (saling Menolong). c. Al-Musǎwǎh (Persamaan Hak), d. Al-Tawǎzun (Keseimbangan).e. Al-Bayǎn (Transparansi), f. al-Amǎnah (Kejujuran), g. al-Ridhǎ (Suka sama suka), h. Unsur Maghrib (Maisir, Gharar dan Riba), merupakan pembeda antara konvensional dan syariah, i. al-Khidmah (Pelayanan), j.al-Mashlahah
2.    Bahwa perasuransian Syariah dalam bentuk operasionalnya menjamin keunggulannya dari pada perasuransian Konvensional.
Keunggulan asuransi syariah dapat terlihat melalui aplikasi dan penerapan hukumnya (tathbiq al-hukm), dengan menerapkan teori kredo dengan kembangannya, teori niat, teori kesadaran hukum teori akad dan teori share of risk dan teori bagi hasil.
Semua pemegang polis adalah pemilik perusahaan - yang mempercayakan wakil-wakil mereka di Badan Perwakilan Anggota (BPA) untuk mengawasi jalannya perusahaan. Asas mutualisme ini, yang kemudian dipadukan dengan idealisme dan profesionalisme pengelolanya, merupakan kekuatan utama Bumiputera hingga hari ini.
Badan Perwakilan Anggota (BPA) ini bertugas dan berwenang menjaga hubungan kepentingan para pemegang polis (pembayar premi-shahibul mal) dengan mudharib (pengelola uang premi), agar dana yang dititipkan tidak disalahgunakan bahkan dikembangkan agar perusahan menjadi untung.
Hal ini karena kekuatan iman mereka dalam menterjemahkan nilai-nilai agamanya ke dalam aplikasi asuransi. Begitu pula bagi para peserta asuransi AJB Bumiputera diharapkan ketika awal terjadinya kontrak bertekad untuk membantu sesama atas dasar keimanannya kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa (muslim dan lainnya).
3.    Bahwa perasuransian Syariah memberikan maslahat (jalb al-intifa’ wa daf’ al-dharar-memberikan manfaat dan menghilangkan madarat) bagi para pesertanya dan prospek perkembangannya semakin baik.

Dalam rekomendasinya Promovendus mengharapkan:
1.    AJB Bumiputera 1912 dalam statutanya telah berstatus syariah, tetapi dalam praktek pada umumnya dilakukan secara konvensional, hendaknya dalam praktek AJB Bumiputera 1912, linier dengan konsep dan prinsip syariah sebagaimana diamanatkan pada awal berdirinya.
2.    Perusahaan perasuransian (asuransi dan reasuransi), tidak perlu merubah statutanya menjadi syariah, apabila telah menerapkan prinsip-prinsip syariah sebagaimana dimaksud.
3.    Masyarakat hendaknya sudah dapat memilih mengikuti program asuransi yang dapat memenuhi unsur jaminan sekaligus tabungan dengan mengikuti dan menjadi peserta pada perusahaan asuransi yang menganut dan berprinsip syariah.