Bulan Ramadhan Bulan Syahrul Qur'an
oleh
Ahud Misbahuddin, S.H.
Ramadhan merupakan syahrul Quran (bulan Al-Quran). Diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan Allah SWT berfirman :
شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185).
Beliau membahas mengenai kasus Waseem Rizvi tokoh yang merupakan mantan ketua Dewan Pusat Wakaf Syiah di Uttar Pradesh, India mengajukan petisi ke Mahkamah Agung India yang meminta penghapusan 26 ayat dari Al-Qur'an. Permintaan penghapusan 26 ayat dari Al-Qur'an itu pun mendapat reaksi keras dari partai Islam terbesar di Bangladesh, Dalam petisi yang dia ajukan hari Minggu (14/3/2021), mengklaim bahwa 26 ayat dari Al-Qur'an adalah "memprovokasi kekerasan" dan menghasut orang untuk "jihad" yang diartikannya sebagai perjuangan bersenjata.
