Melepas Sang Penegak Keadilan, Ketua PTA Jayapura Resmi Memasuki Masa Purna Tugas
Bandar Lampung, pta-bandarlampung.go.id – Dunia peradilan agama kembali menyaksikan sebuah babak akhir yang penuh emosional. Bukan sekadar seremoni administratif, Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jayapura, Drs. H. Rusman Mallapi, S.H., M.H., yang disaksikan oleh Pimpinan dan Hakim Tinggi PTA Bandar Lampung pada Kamis, 23 April 2026 atau 5 Zulkaidah 1447 Hijriyah, menjadi bukti nyata bahwa integritas bukan hanya soal pangkat, melainkan warisan yang ditinggalkan.

Siapa sangka, perjalanan yang dimulai dari Pengadilan Agama Pangkalan Bun ini akan membawa putra kelahiran Enrekang tersebut melintasi nusantara. Drs. H. Rusman Mallapi, S.H., M.H. bukan nama baru di jajaran pimpinan; rekam jejaknya sebagai Wakil Ketua di PTA Maluku Utara, Palu, Yogyakarta, hingga Surabaya menjadi bukti betapa tangguhnya beliau dalam menavigasi keadilan di berbagai wilayah Indonesia. Sejak 2025, beliau akhirnya melabuhkan pengabdian terakhirnya sebagai orang nomor satu di PTA Jayapura.

Momen paling mendebarkan terjadi saat Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, H. Suharto, S.H., M.Hum., menanggalkan kalung jabatan dan tanda hakim yang selama puluhan tahun melekat. Namun, suasana haru memuncak saat kalung jabatan tersebut digantikan dengan kain syal Papua—sebuah simbol penghormatan mendalam dari Bumi Cendrawasih untuk sang pejuang hukum.

Dalam sambutannya yang menggetarkan, wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial menegaskan bahwa bagi seorang hakim sejati, pensiun hanyalah perpindahan tugas dari balik meja jabatan menjadi teladan hidup di masyarakat.
"Saya melihat Bapak sebagai cerminan pimpinan pengadilan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan sesuai syariat Islam yang penuh kemuliaan hingga purna tugas," tegasnya.
Acara ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur peradilan, termasuk di lingkungan PTA Bandar Lampung, bahwa pengabdian tulus akan selalu berbuah penghormatan yang kekal. Kini, sang Ketua PTA Jayapura resmi melepas toganya, meninggalkan catatan emas tentang dedikasi dan keikhlasan yang sulit tertandingi.
