Menenun Arti Pengabdian, PTA Bandar Lampung Lepas Hakim Tinggi Dr. Dra. Hj. N. Siti Suwaebah, M.H. Menuju Palagan Baru
Bandar Lampung, pta-bandarlampung.go.id – Ada kalanya perpisahan tidak sekadar tentang melepas raga yang berpindah, melainkan merayakan jejak ketulusan yang telanjur berakar di dalam sanubari. Aula Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung mendadak diliputi keheningan yang sarat makna tatkala langkah-langkah khidmat berpadu pada Selasa, 15 September 2026 Masehi, bertepatan dengan 3 Rabiul Akhir 1448 Hijriah. Hari itu, keluarga besar PTA Bandar Lampung mengantarkan keberangkatan Dr. Dra. Hj. N. Siti Suwaebah, M.H., yang resmi menapaki babak pengabdian baru sebagai Hakim Tinggi Yustisial Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Acara pengantar tugas ini menjelma menjadi ruang refleksi atas arti sebuah dedikasi yang utuh. Di balik wibawa jubah kehormatan hakim yang dikenakannya selama ini, Dr. Dra. Hj. N. Siti Suwaebah, M.H., dikenal sebagai sosok yang membumi, hangat, dan jauh dari gelimang kemegahan semu. Ketajaman nalar serta karakter kritisnya senantiasa melahirkan gagasan-gagasan cemerlang yang membedah setiap persoalan institusi dengan jernih, meninggalkan memori mendalam di bumi Ruwa Jurai.
Dalam momen penuh kekeluargaan tersebut, Dr. Dra. Hj. N. Siti Suwaebah, M.H., menyampaikan rasa terima kasih yang tulus sekaligus permohonan maaf atas segala kekhilafan selama membersamai perjalanan dinas di PTA Bandar Lampung. Menghadapi dinamika perpindahan tugas, ia memandang mutasi sebagai ketetapan yang patut disikapi dengan kepasrahan penuh kepada Sang Pencipta.
"Semua mau pindah, semua pasrahkan dengan Allah," tuturnya menyiratkan keteguhan hati. Ia juga berpesan agar batas-batas ruang kerja yang usai tidak menyudahi kebersamaan, melainkan bertransformasi menjadi hubungan sosial yang jauh lebih bermakna dan abadi.
Apresiasi senada turut disuarakan oleh Ketua PTA Bandar Lampung, dr. Drs. Moch. Sukkri, S.H., M.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa mutasi adalah keniscayaan yang biasa dalam dinamika sebuah organisasi penyegaran birokrasi. Disertai rasa bangga, pucuk pimpinan tertinggi PTA Bandar Lampung tersebut memberikan penghormatan atas rekam jejak integritas yang telah ditorehkan.
"Terima kasih atas dedikasinya selama ini," ucap dr. Drs. Moch. Sukkri, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas curahan tenaga dan pemikiran sang hakim bagi institusi.
Kini, ibu kota negara memanggil Dr. Dra. Hj. N. Siti Suwaebah, M.H., untuk merajut bakti di palagan yang lebih luas. Kendati tugas kedinasan telah bergeser ke panggung yang berbeda, nilai-nilai keteladanan dan kebaikan budi yang ditinggalkan akan tetap abadi, menjadi suluh penerang bagi langkah pengabdian seluruh insan peradilan di PTA Bandar Lampung.
