Meneguhkan Spirit Kebangsaan, PTA Bandar Lampung Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Melalui Penguatan Peran Peradilan Agama
Bandar Lampung | pta-bandarlampung.go.id
Semangat membara para pemuda tahun 1928 kembali bergelora di Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung pada Rabu, 28 Oktober 2026 yang bertepatan dengan 17 Rabiul Akhir 1448 Hijriah. Di bawah langit Bandar Lampung, seluruh jajaran Aparatur berkumpul menyatukan saf, meresapi kembali barisan ikrar sakral yang pernah menyatukan Nusantara. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini menjadi panggung penegasan komitmen bahwa spirit kepemudaan adalah nyawa utama dalam merawat benteng keadilan hukum di Indonesia.
Ketua PTA Bandar Lampung, Dr. Drs. Moch. Sukkri, S.H., M.H., bertindak langsung sebagai Pembina Upacara. Berdiri tegap memimpin jalannya prosesi yang berlangsung sarat khidmat, beliau membakar jiwa seluruh peserta melalui amanat yang mengusung tema nasional "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Beliau menegaskan bahwa tiga pilar tersebut bukan sekadar jargon penghias dinding, melainkan komando moral yang wajib mengalir dalam setiap detak nadi pelayanan hukum insan Peradilan Agama.
Jiwa patriotik dalam bingkai Peradilan Agama menjelma menjadi benteng pertahanan moral yang tak tergoyahkan. Jiwa patriotisme Aparatur modern tidak lagi diukur dari tumpahan darah di medan laga, melainkan dari keberanian membela kebenaran, menjaga independensi toga peradilan, serta merawat hukum keluarga Islam sebagai fondasi paling mendasar bagi keutuhan bangsa.
Semangat gigih menjadi daya dorong utama dalam menerjang arus modernisasi peradilan yang kian melaju pesat. Melalui efisiensi birokrasi peradilan, keterbukaan informasi, dan inovasi layanan digital, para Aparatur di lingkungan PTA Bandar Lampung pantang menyerah menembus batas. Kegigihan ini memastikan bahwa keadilan tidak lagi menjadi hal yang mahal atau rumit, melainkan hadir secara nyata, cepat, dan transparan di tangan seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, empati menjadi napas kemanusiaan yang memberi jiwa pada setiap lembar putusan dan pelayanan hukum. Peradilan Agama hadir bukan dengan wajah kaku dan dingin, melainkan dengan ketulusan untuk merangkul kelompok rentan, memperjuangkan hak-hak anak dan perempuan, serta menghadirkan kepastian hukum yang menyejukkan. Empati inilah yang memastikan bahwa keadilan yang ditegakkan tidak hanya menyentuh aspek formalitas hukum, tetapi juga meresap jauh ke dalam rasa keadilan masyarakat.
Melalui momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, PTA Bandar Lampung mematri tekad untuk terus melangkah mantap di garis terdepan penegakan hukum. Dengan memadukan jiwa patriotik, kegigihan berinovasi, dan kedalaman empati, seluruh Aparatur siap mengawal terwujudnya Peradilan Agama yang agung, bermartabat, dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat demi Indonesia Emas. (Humas.PTA.BDL)
